Hubungi Kami Di (021) 5689-698

Home » Artikel » Cara Merawat Kaki

Cara Merawat Kaki

Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf di kaki dan penurunan aliran darah dari arteri yang membengkak (hardening of the arteries/ atherosclerosis). Sirkulasi yang buruk tidak hanya disebabkan diabetes, tetapi juga karena bertambahnya usia, kebiasaan merokok, minuman keras dan juga HIV/ AIDS. Perpaduan diabetes dan merokok sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangren.

Gangren adalah matinya sel dan jaringan tubuh, dapat terjadi di bagian tubuh manapun tetapi biasanya berefek pada kuku kaki dan jari-jari. Penderita diabetes dan perokok mempunyai risiko 2 kali lipat terkena gangren dibanding penderita diabetes yang tidak merokok.

Jika gula darah terkontrol dengan baik, pasien tidak akan kehilangan rasa pada kaki dan sirkulasi darah di kaki akan baik. Oleh karena itu, pasien diabetes harus menjaga dan memelihara kaki dengan melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut:

  • Jangan berjalan tanpa alas kaki karena penderita diabetes sering mengalami hipestesi taktil (berkurangnya sensasi raba).
  • Selalu periksa kaki setiap hari, menjaga kaki tetap bersih dan kering.
  • Hindari memakai sepatu yang tidak pas atau terlalu ketat. Gunakan sepatu yang lebih lebar, lebih dalam dan lebih panjang dari kaki anda serta mengganti kaos kaki setiap hari. Kaos kaki yang longgar lebih baik, bahan kaos kaki yang dapat menyerap keringat.
  • Bersihkan dan periksa sepatu sebelum dipakai setiap hari dari benda kecil yang mungkin terselip di dalamnya.
  • Hindari mandi dengan air yang sangat panas, hati-hati dengan pemanas listrik, aspal panas dan panas rel kereta api, dapat terjadi luka bakar.
  • Jangan merendam kaki terlalu lama.
  • Jangan gunakan penghangat kaki listrik saat tidur.
  • Potong kuku kaki secara teratur.

Memotong kuku kaki sesuai bentuk jari kaki, tidak memotong terlalu pendek dan tidak menggunakan benda tajam untuk membersihkan pinggir kuku. Bagi pasien di atas 60 tahun, sebaiknya dibantu orang lain.

  • Pada pasien yg mengalami luka di kaki, setelah lukanya teratasi dapat menggunakan sepatu khusus.
  • Luka kecil atau lecet dapat ditutup dengan kassa steril setelah penggunaan antiseptik ringan seperti povidon iodine dan salep antibiotik.
  • Jika kulit terlalu kering, gunakan sedikit krim pelembap atau minyak (kelapa atau zaitun)
  • Jika kulit terlalu lembab, oleskan kapas alkohol dengan lembut, kemudian keringkan dengan bedak.
  • Jangan memijat kaki terlalu keras karena pembuluh darah penderita diabetes mudah rapuh dan pecah.
  • Bila kaki bengkak, segera berobat ke dokter.

Ternyata dalam pengalaman ditemukan perubahan warna, tekstur (furgor) kulit yang kendor, kulit yang menipis, kering dan bersisik pada umur diatas 35 tahun.

Warna kulit jadi kusam, berbintik-bintik coklat atau hitam dapat terjadi kutil (keratosis).

Bintik-bintik hitam terutama ditemukan dibagian betis, sering karena pembuluh darah yang pecah dibawah kulit (ujung-ujung pembuluh darah penyandung DM – rapuh dan mudah pecah).

Juga sering ditemukan tanda-tanda tadi karena penderita DM ketakutan dan mendapat informasi banyak larangan jenis-jenis makanan sehingga berakhir pada malnutrisi (kurang gizi).

Yang banyak ditemukan pada orang tua sering berpantang (Jawa – mutih) untuk tujuan yang lain. Kekurangan vitamin C (kurang makan buah-buahan, styuran), dianjurkan memperbaiki gizi – Purwo 4-5 atau mengkonsumsi fito nutrisi banyak serat, sayuran dan buah. Konsumsi anti oksidan dan Herbal dan B complek secara teratur sudah cukup. Pakailah pegangan diet “ Tata Tentram Karta Rahardja’ cara murah hidup sehat, jadilah dokter buat diri sendiri.

Dokter keluarga anda pasti dapat membantu.

Comments are closed.