Hubungi Kami Di (021) 5689-698

Home » Artikel » Selintas Cara Pengobatan Diabetes Melitus Versi Tayun Care

Selintas Cara Pengobatan Diabetes Melitus Versi Tayun Care

diabetes melitus

Diabetes Melitus

Diabetes Melitus (DM) atau yang sering dikenal dengan penyakit kencing manis yaitu bila tubuh seseorang mengalami gangguan dalam mengendalikan kadar glukosa darah.

Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) secara berkepanjangan (kronik). DM bukan penyakit menular, tetapi ada kecenderungan diturunkan.

Secara garis besar, Diabetes Melitus dikelompokkan menjadi:

  1. DM tergantung insulin (DM tipe-1).  DM tipe-1 banyak dipengaruhi faktor keturunan, meski kontribusi faktor keturunan terhadap risiko DM hanya sebesar 5%.
  2. DM tidak tergantung insulin (DM tipe-2). Sebagian besar kasus adalah DM tipe-2 yang banyak ditemukan pada orang yang mengalami obesitas atau kegemukan akibat pola hidup yang dijalaninya.
  3. Selain itu, terdapat DM yang dikenal dengan DM gestasional yang terjadi selama masa kehamilan.

Etiologi

Diabetes mellitus, atau yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis, adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh:

  • Ketidak mampuan organ pankreas untuk memproduksi hormon insulin yang secara kuantitas tidak mencukupi kebutuhan tubuh
  • tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan oleh pankreas secara efektif, atau
  • gabungan dari kedua hal tersebut.

Gejala dan Tandanya DM.

Gejala atau keluhan klasik DM : yaitu dengan 3-poli-

  • Poliuria sering berkemih/kencing ,
  • Polidipsia sering atau cepat merasa haus/dahaga,
  • Polifagia Lapar yang berlebihan,

Gejala lain :

  • Kehilangan berat badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Kesemutan/mati rasa pada ujung saraf di telapak tangan dan kaki
  • Cepat lelah dan lemah
  • Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba
  • Apabila terjadi luka/tergores, penyembuhannya lambat
  • Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Epidemiologi

Siapa saja yang rentan terkena DM adalah mereka yang telah berusia > 45 tahun atau mereka yang berusia lebih muda tetapi mengalami kegemukan (Indeks Massa Tubuh > 23 kg/m2) dan disertai dengan faktor risiko lain sebagai berikut:

  • Kurang beraktifitas.
  • Pada family tree-nya ada yang mengidap DM.
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4 kg atau riwayat DM pada saat hamil (DM gestasional)
  • Kadar kolesterol HDL <50 mg/dl
  • Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau keadaan klinis lain yang berhubungan dengan resistensi insulin (gangguan fungsi insulin)
  • Riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa terganggu (GDPT)
  • Riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah

Bagaimana cara mendiagnosis dan cara pengobatan penyakit diabetes melitus?

Diagnosis DM dapat ditegakkan melalui tiga cara:

  1. Jika ditemukan gejala klasik DM, dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dl. Glukosa sewaktu adalah hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir.
  2. Pemeriksaan glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl dengan adanya keluhan klasik DM. Puasa diartikan individu tidak mendapatkan kalori tambahan selama minimal 8 jam.
  3. Pemeriksaan kadar gula plasma pada tes toleransi glukosa oral (TTGO) ≥ 200 mg/dl. TTGO yang dilakukan dengan standar WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan ke dalam air.

Komplikasi dan Pencegahan

Penyandang DM yang tidak dapat mengendalikan kadar gula darahnya, berisiko mengalami komplikasi yang bersifat akut maupun kronik :

  1. Komplikasi akut dapat terjadi akibat kadar glukosa darah yang mendadak meningkat dangat tinggi atau mendadak turun menjadi sangat rendah yang dapat menyebabkan koma diabetes dan memerlukan perawatan gawat darurat
  2. Komplikasi kronik terjadi akibat glukosa darah yang terus-menerus tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga menyebabkan terjadinya gangguan aliran darah, yang dapat menyebabkan :
    1. Stroke
    2. Retinopati sebagai penyebab terjadinya kebutaan. Karena retina mata rusak
    3. Angiopati sebagai penyebab terjadinya Penyakit Jantung Koroner
    4. Nephropati sebagai penyebab terjadinya Penyakit Ginjal Kronik
    5. Luka yang sulit sembuh, yang dapat menyebabkan terjadinya ganggren diabetes. Ganggren ini dapat meluas dengan cepat karena kadar glukosa darah yang tinggi. Selama luka ini masih disekitar kulit masih ada harapan untuk disembuhkan. Untuk itu harap di hubungi  Tayun Care Telp. 021 84303681.

Contohnya seperti foto dibawah ini :

DM-sebelum

Sebelum Terapi

DM-sesudah

Sesudah Terapi

Dalam hal ini jangan percaya begitu saja, caralah fakta otentiknya. Foto tersebut juga bukan foto hasil reka yasa, tetapi foto dokumentasi.

Namun bila luka tersebut sudah terjadi infeksi masuk ke dalam tulang, anda harus berhubungan dengan dokter bedah.

Cara pengobatan diabetes melitus atau upaya-upaya untuk menghindari terjadinya komplikasi-komplikasi yang sangat menakutkan itu dengan melaksanakan hal-hal seperti dibawah ini :

  1. Mengikuti pola makan sehat. Pola makan sehat tidak akan anda temui bila anda makan diluar rumah. Hidangan makan harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna dengan gizi seimbang. Makan 3 kali sehari. Sarapan adalah makan yang sangat penting untuk hidup sehat. Sarapan itu di rumah. Kalau di luar rumah namanya jajan!! Yang jajan itu pasti tidak sehat!! Diantara jedah waktu makan dapat anda isi dengan mengkonsumsi buah-buahan
  2. Meningkatkan kegiatan jasmani/aktivitas fisik. Olah raga pagi adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi. Setidak-tidaknya setiap minggu dapat melakukan olah raga sebanyak 3-5 kali olah raga erobik selama 1 jam setiap harinya. Ada juga senam diabetes, yang diadakan di halaman parkir RS. Pelni, Jl. KS. Tubun No. 92-94, Jakarta Barat. Jenis senam yang baik untuk diikuti para peserta 55 th. keatas adalah senam TAICHI.
  3. Pengobatan yang sesuai. Berobatlah kepada orang yang punya legalitas untuk memberikan terapi, dengan surat izin praktek yang jelas. Jangan lekas percaya dengan berbagai macam pengobatan yang tak dapat dijelaskan secara rasional.
  4. Melakukan pemantauan melalui pemeriksaan secara berkala, sesuai yang dianjurkan, sekurang-kurang 1 bulan 1 kali. Prinsip pengendalian tersebut diatas adalah agar gula darah tetap stabil dalam kisaran nilai-nilai kewajaran.

Sumber :

  1. http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/diabetes-melitus
  2. http://diabetesmelitus.org/definisi-tipe-diabetes/

Dr. H. Kartokoesoemo.

You must be logged in to post a comment.